Merdeka Belajar di Era New Normal Covid-19

Dalam kondisi bagaimanapun pendidikan harus tetap berlangsung dikarenakan tidak saja terkait dengan masa depan generasi penerus bangsa indonesia, bahkan umat manusia di seluruh dunia. Terlebih jika kita semua sependapat bahwa dalam sejarah kehidupan manusia pendidikan dalam berbagai bentuknya merupakan rekayasa sosial dengan mana berbagai kecerdasan manusia diasah agar mampu menjadi khalifah dalam kehidupannya di muka bumi. Oleh sebab itu, kita patut berterimakasih kepada para pendiri negeri ini yang dengan kesadaran kolektif sepakat menjadikan pendidikan sebagai salah satu cita-cita kemerdekaan. Lebih dari itu, didasari oleh visi jauh ke depan, di bagian pembukaan konstitusi ditegaskan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan eksistensi bangsa ini. Konsekuensinya, apapun hambatannya termasuk Pandemi Covid 19, pendidikan must go on.

Di masa pandemi covid-19 yang melanda termasuk di Kabupaten Pasuruan, sangat mempengaruhi proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar yang biasanya dilaksanakan tatap muka, sekarang tidak bisa dilaksanakan karena upaya untuk mencegah penyebaran covid-19. Mensiasati hal tersebut, SMK Negeri 1 Bangil mengganti pembelajaran dengan model PJJ (Pembalajaran Jarak Jauh).

Keputusan ini juga disesuaikan dengan Kebijakan Mendikbud tentang pembelajaran tatap muka, khususnya di SMK bahwa mata pelajaran C2 dan C3 memperbolehkan pembelajaran tatap muka sesuai dengan nota dinas Kepala Cabang Dinas Wilayah Kabupaten Pasuruan.

Bahkan Mendikbud terbitkan kurikulum darurat covid-19. Hal ini dituangkan dalam Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

 

Lantas bagaimana pendidikan kita mewujudkan Merdeka Belajar di Era New Normal Covid 19 ini?

Merdeka belajar dapat diwujudkan dengan menggali potensi para pendidik dan peserta didik untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri. Apa artinya? Disinilah kualitas guru menjadi kunci utama. Guru yang berkualitas dan berkompeten dapat mendorong kesuksesan belajar siswa. Guru tidak akan bisa digantikan oleh teknologi. Teknologi hanyalah alat bantu guru dalam meningkatkan potensi mereka dan menjadi penggerak terbaik untuk mereka dapat memimpin pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, konsep pelatihan guru perlu disesuaikan dengan kurikulum yang lebih fleksibel. Kurikulum yang dapat mendorong para guru agar dapat memilih materi atau metode pembelajaran dengan kualitas tinggi, tetapi sesuai tingkat kompetensi, minat, dan bakat masing-masing siswa. Sehingga konsep pelatihan tersebut menjadi lebih praktis. Dengan menggali potensi guru, guru akan tampil sebagai penggerak, harapannya potensi murid dapat terus tergali, inovasi pendidikan akan terus mengalir, dan kualitas pendidikan dapat terus maju.

 

 

Merdeka Belajar di Era New Normal Covid 19

Merdeka Belajar di Era New Normal Corona Virus

Lomba Web Sekolah Pasuruan dengan tema Merdeka Belajar di Era New Normal Covid

Lomba Website Sekolah Kacabdin CUP 2 Tahun 2020  dengan tema Merdeka Belajar di Era New Normal Covid 19

Jangan LUpa Silahkan Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *